Assalamualaikum...
Hai namaku Priska Aulia Mega Kitri panggil aja Priska
atau nggak Ika. Aku lahir di Padang tanggal 25 Juni 1994. Mamaku seorang guru SMP
dan Papaku bekerja di Pemerintah Kota Padang.
Disini aku mau cerita sedikit tentang pengalamanku
mengikuti berbagai macam atau mungkin puluhan tes-tes kerja diluar sana.
Mau cerita darimana dulu yaa…
Dari waktu kuliah ajadeh hehe..
Aku lulusan DIII Akuntansi Universitas Negeri Padang
dengan IPK yang pas-pasan. Awalnya, aku nggak pengen kuliah Akuntansi karena bukan passionku. Dulunya waktu SMA aku jurusan IPA dan pelajaran yang aku suka itu
Bahasa Inggris. Dimana nilai Bahasa Inggrisku lebih tinggi dibandingkan mata
pelajaran yang wajib seperti Matematika.
Nah, sebelum aku wisuda aku udah ngikutin tes-tes
kerja dengan membawa persyaratan Surat Keterangan Lulus yang udah aku urus sebelumnya.
Tes pertama yang aku ikutin di PT. Prima Karya Sarana Sejahtera Padang atau disingkat PKSS. PT.
PKSS ini adalah grup usaha PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT. PKSS
ini sebagai perusahaan yang bergerak
dibidang pengerahan dan pengadaan sumber daya manusia. PT
PKSS bergerak dalam bidang usaha pengelolaan tenaga kerja dengan bentuk layanan
produk dan jasa seperti jasa penyedia tenaga kerja.
Aku tes di PT. PKSS ini udah 3 kali. Tes yang
pertama hanya sampai tahap Psikotes. Tes kedua kalinya aku cuma
sampai di tahap interview awal. Sebenernya aku kepanggil untuk tes selanjutnya cuma akunya nggak ikut entah kenapa waktu itu rasanya aku pengen fokus untuk wisuda aja. Dan tes ketiga pun begitu. Ya mungkin belum rejekinya disana
kali ya hehe..
Selanjutnya setelah lulus dan wisuda pada tanggal 12 Maret 2016 dan dapat ijazah aku pun megikuti tes Bank BTN ke Bekasi. Sebenernya aku lulus
sampai tahap 3 yaitu tahap Psikotes tapi aku nggak pergi lagi karena aku dapat notif udah terdesak
banget. Aku baru nyampe tengah malam di Padang dan siangnya dapet notif lagi
kalo ujian besoknya di Menara BTN jam 8 pagi. Yaudah aku nangis bombay aja
dikamar.
Aku ikut tes Bank BTN ini udah 2 kali. Tes yang
kedua aku ambil di kota Pekanbaru dan itu juga nihil cuma sampai tahap 2 huft..
Selanjutnya aku mengikuti tes Bank Mandiri di Padang
dan ternyata cuma sampai tahap interview awal. Ya alasannya yang diterima hanya laki-laki basi nggak sih?
Lalu aku ikut tes bank BRI dan
ternyata sampai interview awal juga. Terus aku ikut tes Bina Magang bank BNI 2
kali, tes pertama hanya sampai tahap 1 dan tes yang kedua hanya sampai tahap
kedua. Dan akhir-akhir ini aku ikut tes Bank Nagari yang hanya buka sekali
dalam beberapa tahun. Aku nggak tau hasilnya gimana semoga aja lulus ya
meskipun dengan jelas si Bapaknya bilang harus ada relasi haha..
Aku juga pernah mengikuti tes Bank Sumut di Medan, ya tapi sayang nihil lagi..
Lalu selanjutnya aku mengikuti tes BPJS
Ketenagakerjaan dengan wilayah yang aku pilih adalah kota Pekanbaru. Aku ikut tes
BPJS ini udah 3 kali guys. Tes pertama aku hanya sampai tahap pertama yaitu tes
online. Tes yang kedua dan ketiga aku hanya sampai tahap 2 yaitu Confirmatory Test. Gagal lagi huft..
Selain bank aku pernah ikut tes di showroom Honda untuk posisi kasir. Terus tes
RS Yarsi 2 kali dan tes di
Semen Padang yang waktu itu buka besar-besaran untuk banyak posisi. Terus aku
juga pernah ikut tes Grapari Telkomsel bagian Customer Service di Bukittinggi dan you
know lah gagal lagi.
Sebenernya masih banyak tes di perusahaan-perusahaan
kecil lainnya tapi aku lupa haha..
Dan sekarang aku kerja di Rumah Kreatif BUMN BNI
Padang sebagai operator, admin dan pendamping UMKM. Alhamdulillah aku udah
ngerasain gimana rasanya punya uang dari hasil kerja sendiri. Tapi aku nggak selamanya disini guys
karena kontrak kerja yang belum jelas dan jenjang karir yang belum pasti.
Kenapa aku mau cerita tentang pengalamanku yang sering
gagal tes masuk kerja? Memangnya kamu nggak malu? Memangnya kamu bangga sering
gagal? Apa untungnya buat kamu? Aku ini bodoh atau hanya kurang beruntung?
Ya bukan cita-cita aku jadi penasehat atau motivator.
Karena ini hanya secuil dari kegagalan-kegagalan para motivator diluar sana dan
ini mungkin nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka yang memiliki
pengalaman hidup lebih luarbiasa.
Dimana disini aku hanya gagal tes-tes masuk kerja
sedangkan para orang-orang yang luarbiasa itu gagal dalam separuh perjalanan
hidupnya.
Aku sempet mikir apa aku ini bodoh? Atau hanya kurang
beruntung? Tetapi aku hanya berdoa kepada Allah SWT dan berikhtiar semoga dibukakan jalan
buatku, rejekiku lancar, agar orangtuaku nggak malu punya anak kayak aku, agar
aku bisa menjadi orang yang berguna.
Mungkin memang bukan jalanku bisa bekerja di perusahaan-perusaahan besar
seperti yang aku sebut diatas. Mungkin rejeki aku memang bukan disana tapi ada
disuatu tempat yang hanya Allah yang tau.
Aku pernah baca sebuah artikel ceritanya begini..
Ada 4 ekor binatang yaitu monyet, siput, gajah dan
ikan. Empat ekor hewan ini disuruh memanjat sebuah pohon untuk mengambil buah.
Yang pertama memanjat itu adalah monyet. Dengan senang hati si monyet berkata
‘ah ini adalah keahlianku, gampang..’ Dan si monyet pun bergegas memanjat
keatas pohon. Dengan waktu yang hanya beberapa detik si monyet ini sampai di
atas pohon dan turun dengan membawa buah dengan nilai 90. Hewan kedua yaitu
siput. Si siput memanjat dengan sangat lambat, pelan sekali, butuh beberapa jam
untuk dapat naik keatas pohon. Si siput membawa turun buah dengan nilai 50.
Binatang selanjutnya yaitu gajah. Si gajah ikut memanjat pohon dengan susah
payah dan butuh beberapa jam untuk dapat membawa buah dengan nilai 60. Dan
hewan terakhir yaitu ikan. Si ikan dengan ngap-ngapan menggapai pohon agar bisa
memanjat keatas pohon dan membawa turun buah.
Dan ternyata si ikan pun gagal dan mendapat nilai 0 karena si ikan tidak bisa keluar dari air
sungai. Si ikan pun berkata, ‘jangankan memanjat, keluar dari air saja aku bisa
mati.’ Si ikan pun sedih dan kembali masuk ke air dengan sedih.
Nah apa yang bisa kita ambil dari cerita ini? Kita
sebagai makhluk ciptaan Allah diciptakan dengan keahlian yang berbeda-beda.
Kenapa si monyet bisa mendapat nilai 90? Ya karena memang keahliannya memanjat. Dia memang diciptakan untuk bisa memanjat.
Kenapa si ikan gagal dengan nilai yang nihil? Karena ikan memang ditakdirkan
hidup di air bukan didarat apalagi memanjat pohon. Begitu juga dengan manusia.
Kita diciptakan dengan keahlian, sifat, karakter yang berbeda-beda. Seperti
aku. Keahlianku di bidang akuntansi memang diragukan, tapi aku punya keahlian lain seperti dapat bersosialisasi dengan baik, bahasa inggrisku Alhamdulillah lancar, aku bisa menyanyi, berenang dan hal-hal kecil lainnya yang mungkin orang lain nggak bisa.
Bisa jadi
rejekiku bukan bekerja di perusahaan besar tetapi hanya di perusahaan kecil.
Dimana aku bisa merasa nyaman, tentram dan nggak ada yang terlalu berat untuk
dipikirkan.
Jadi, buat kalian yang merasa sering gagal jangan putus asa. Diatas aku nggak nyebutin kalau aku gagal kompre kan? Disini aku mau bilang, sebelum aku lulus dan wisuda ada proses yang namanya kompre untuk Diploma. Nah disana aku gagal dan harus nunggu untuk wisuda tunda guys makanya aku bisa mengikuti tes banyak karena ada jeda yang panjang sebelum aku wisuda.
Terimakasih untuk kalian yang menjadi inspirasiku..
INGAT, JANGAN TAKUT GAGAL YA GUYS :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar