Senin, 07 Mei 2018

Assalamualaikum...
Hai namaku Priska Aulia Mega Kitri panggil aja Priska atau nggak Ika. Aku lahir di Padang tanggal 25 Juni 1994. Mamaku seorang guru SMP dan Papaku bekerja di Pemerintah Kota Padang.
Disini aku mau cerita sedikit tentang pengalamanku mengikuti berbagai macam atau mungkin puluhan tes-tes kerja diluar sana.
Mau cerita darimana dulu yaa…
Dari waktu kuliah ajadeh hehe..
Aku lulusan DIII Akuntansi Universitas Negeri Padang dengan IPK yang pas-pasan. Awalnya, aku nggak pengen kuliah Akuntansi karena bukan passionku. Dulunya waktu SMA aku jurusan IPA dan pelajaran yang aku suka itu Bahasa Inggris. Dimana nilai Bahasa Inggrisku lebih tinggi dibandingkan mata pelajaran yang wajib seperti Matematika.
Nah, sebelum aku wisuda aku udah ngikutin tes-tes kerja dengan membawa persyaratan Surat Keterangan Lulus yang udah aku urus sebelumnya. Tes pertama yang aku ikutin di PT. Prima Karya Sarana Sejahtera Padang atau disingkat PKSS. PT. PKSS ini adalah grup usaha PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. PT. PKSS ini sebagai perusahaan yang bergerak dibidang pengerahan dan pengadaan sumber daya manusia. PT PKSS bergerak dalam bidang usaha pengelolaan tenaga kerja dengan bentuk layanan produk dan jasa seperti jasa penyedia tenaga kerja.
Aku tes di PT. PKSS ini udah 3 kali. Tes yang pertama hanya sampai tahap Psikotes. Tes kedua kalinya aku cuma sampai di tahap interview awal. Sebenernya aku kepanggil untuk tes selanjutnya cuma akunya nggak ikut entah kenapa waktu itu rasanya aku pengen fokus untuk wisuda aja. Dan tes ketiga pun begitu. Ya mungkin belum rejekinya disana kali ya hehe..
Selanjutnya setelah lulus dan wisuda pada tanggal 12 Maret 2016 dan dapat ijazah aku pun megikuti tes Bank BTN ke Bekasi. Sebenernya aku lulus sampai tahap 3 yaitu tahap Psikotes tapi aku nggak pergi lagi karena aku dapat notif udah terdesak banget. Aku baru nyampe tengah malam di Padang dan siangnya dapet notif lagi kalo ujian besoknya di Menara BTN jam 8 pagi. Yaudah aku nangis bombay aja dikamar.
Aku ikut tes Bank BTN ini udah 2 kali. Tes yang kedua aku ambil di kota Pekanbaru dan itu juga nihil cuma sampai tahap 2 huft..

Selanjutnya aku mengikuti tes Bank Mandiri di Padang dan ternyata cuma sampai tahap interview awal. Ya alasannya yang diterima hanya laki-laki basi nggak sih?
Lalu aku ikut tes bank BRI dan ternyata sampai interview awal juga. Terus aku ikut tes Bina Magang bank BNI 2 kali, tes pertama hanya sampai tahap 1 dan tes yang kedua hanya sampai tahap kedua. Dan akhir-akhir ini aku ikut tes Bank Nagari yang hanya buka sekali dalam beberapa tahun. Aku nggak tau hasilnya gimana semoga aja lulus ya meskipun dengan jelas si Bapaknya bilang harus ada relasi haha..

Aku juga pernah mengikuti tes Bank Sumut di Medan, ya tapi sayang nihil lagi..
Lalu selanjutnya aku mengikuti tes BPJS Ketenagakerjaan dengan wilayah yang aku pilih adalah kota Pekanbaru. Aku ikut tes BPJS ini udah 3 kali guys. Tes pertama aku hanya sampai tahap pertama yaitu tes online. Tes yang kedua dan ketiga aku hanya sampai tahap 2 yaitu Confirmatory Test. Gagal lagi huft..

Selain bank aku pernah ikut tes  di showroom Honda untuk posisi kasir. Terus tes RS Yarsi 2 kali dan tes di Semen Padang yang waktu itu buka besar-besaran untuk banyak posisi. Terus aku juga pernah ikut tes Grapari Telkomsel bagian Customer Service di Bukittinggi dan you know lah gagal lagi.
Sebenernya masih banyak tes di perusahaan-perusahaan kecil lainnya tapi aku lupa haha..
Dan sekarang aku kerja di Rumah Kreatif BUMN BNI Padang sebagai operator, admin dan pendamping UMKM. Alhamdulillah aku udah ngerasain gimana rasanya punya uang dari hasil kerja  sendiri. Tapi aku nggak selamanya disini guys karena kontrak kerja yang belum jelas dan jenjang karir yang belum pasti.
Kenapa aku mau cerita tentang pengalamanku yang sering gagal tes masuk kerja? Memangnya kamu nggak malu? Memangnya kamu bangga sering gagal? Apa untungnya buat kamu? Aku ini bodoh atau hanya kurang beruntung?
Semua pertanyaan itu udah aku pikirin semua sampai mateng. Kenapa aku mau share mau berbagi pengalaman ini ke kalian karena aku pikir dengan berbagi kegelisahaan, beban, gundah gulana aku bisa plong bisa sedikit lega. Karena dengan berbagi kalian yang sering gagal merasa nggak sendirian karena ada aku yang lebih sering gagal tes masuk kerja. Aku nggak malu berbagi kegagalanku dengan kalian. Aku pernah baca ‘Kegagalan adalah ibu kesuksesan’, ‘Habiskanlah masa mudamu dengan kegagalan agar bisa hidup tenang dimasa tua.’ Memang nggak ada untungnya buat aku tapi mungkin ada beberapa dari kalian butuh pengalaman dari orang lain kan pahala juga buat aku bisa berbagi dengan kalian hehe..
Ya bukan cita-cita aku jadi penasehat atau motivator. Karena ini hanya secuil dari kegagalan-kegagalan para motivator diluar sana dan ini mungkin nggak ada apa-apanya dibandingkan dengan mereka yang memiliki pengalaman hidup lebih luarbiasa.

Dimana disini aku hanya gagal tes-tes masuk kerja sedangkan para orang-orang yang luarbiasa itu gagal dalam separuh perjalanan hidupnya.
Aku sempet mikir apa aku ini bodoh? Atau hanya kurang beruntung? Tetapi aku hanya berdoa kepada Allah SWT dan berikhtiar semoga dibukakan jalan buatku, rejekiku lancar, agar orangtuaku nggak malu punya anak kayak aku, agar aku bisa menjadi orang yang berguna.

Mungkin memang bukan jalanku  bisa bekerja di perusahaan-perusaahan besar seperti yang aku sebut diatas. Mungkin rejeki aku memang bukan disana tapi ada disuatu tempat yang hanya Allah yang tau.

Aku pernah baca sebuah artikel ceritanya begini..

Ada 4 ekor binatang yaitu monyet, siput, gajah dan ikan. Empat ekor hewan ini disuruh memanjat sebuah pohon untuk mengambil buah. Yang pertama memanjat itu adalah monyet. Dengan senang hati si monyet berkata ‘ah ini adalah keahlianku, gampang..’ Dan si monyet pun bergegas memanjat keatas pohon. Dengan waktu yang hanya beberapa detik si monyet ini sampai di atas pohon dan turun dengan membawa buah dengan nilai 90. Hewan kedua yaitu siput. Si siput memanjat dengan sangat lambat, pelan sekali, butuh beberapa jam untuk dapat naik keatas pohon. Si siput membawa turun buah dengan nilai 50. Binatang selanjutnya yaitu gajah. Si gajah ikut memanjat pohon dengan susah payah dan butuh beberapa jam untuk dapat membawa buah dengan nilai 60. Dan hewan terakhir yaitu ikan. Si ikan dengan ngap-ngapan menggapai pohon agar bisa memanjat keatas pohon dan membawa turun buah.  Dan ternyata si ikan pun gagal dan mendapat nilai 0 karena si ikan tidak bisa keluar dari air sungai. Si ikan pun berkata, ‘jangankan memanjat, keluar dari air saja aku bisa mati.’ Si ikan pun sedih dan kembali masuk ke air dengan sedih.

Nah apa yang bisa kita ambil dari cerita ini? Kita sebagai makhluk ciptaan Allah diciptakan dengan keahlian yang berbeda-beda. Kenapa si monyet bisa mendapat nilai 90? Ya karena memang keahliannya memanjat. Dia memang diciptakan untuk bisa memanjat. Kenapa si ikan gagal dengan nilai yang nihil? Karena ikan memang ditakdirkan hidup di air bukan didarat apalagi memanjat pohon. Begitu juga dengan manusia. Kita diciptakan dengan keahlian, sifat, karakter yang berbeda-beda. Seperti aku. Keahlianku di bidang akuntansi memang diragukan, tapi aku punya keahlian lain seperti dapat bersosialisasi dengan baik, bahasa inggrisku Alhamdulillah lancar, aku bisa menyanyi, berenang dan hal-hal kecil lainnya yang mungkin orang lain nggak bisa.

 Bisa jadi rejekiku bukan bekerja di perusahaan besar tetapi hanya di perusahaan kecil. Dimana aku bisa merasa nyaman, tentram dan nggak ada yang terlalu berat untuk dipikirkan.
Jadi, buat kalian yang merasa sering gagal jangan putus asa. Diatas aku nggak nyebutin kalau aku gagal kompre kan? Disini aku mau bilang, sebelum aku lulus dan wisuda ada proses yang namanya kompre untuk Diploma. Nah disana aku gagal dan harus nunggu untuk wisuda tunda guys makanya aku bisa mengikuti tes banyak karena ada jeda yang panjang sebelum aku wisuda.
Terimakasih untuk kalian yang menjadi inspirasiku..
INGAT, JANGAN TAKUT GAGAL YA GUYS :)